Selasa, 27 Juli 2010

Renungan biasa...

Hidup Mulia atau Mati Syahid, kata-kata yang indah dan adalah sebuah hasil yang Win-Win solution, karena, disini tidak ada yang namanya kerugian yang akan didapat, bagaimana tidak, kalau masih diberi umur kita hidup mulia, dan kalaupun gugur dimedan tempur, InsyaAllah Syahid, adalah sebuah bypass, shortcut untuk mendapatkan keridhaan Allah, beserta surga dan segala kenikmatan yang ada didalam nya,

Kata-kata motivasi ini yang selalu membuat turbin motivasi para perjuang Palestina berputar sedemikian rupa, tanpa mengenal lelah, ataupun membayangkan nikmat nya kehidupan di dunia, walaupun perjuangan ini dicap oleh bangsa-bangsa yang mempunyai kepentingan nya sendiri sebagai Teroris, tapi itu tidak menyurutkan sedikitpun nilai juang para pejuang Palestina, hal ini yang kemudian membuat saya menarik untuk mencari biografi-biografi pada pejuang Palestina tersebut yang telah menjemput kesyahidan nya, subhnallah ketika saya mendapatkan sebuah buku pinjaman dari teman kampus(Abdul Wahid), beliau meminjamkan sebuah buku yang berjudul Mozaik Syuhada Ikwanul Muslim, dari kata pengantar nya saja sudah cukup membuat tingkat interest saya untu membaca halama-halam selanjutnya, bagaimana tidak ulasan yang singkat dan padat dari seorang pemikir muda muslim yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini (H.M Anis Matta)juga ikut memberikan sedikit gambaran dan cara pandang nya dalam buku ini.

Pada Bab Pertama diulas dengan singkat tentang profil As Syahid Hasan alBanna, dari beliau kecil, remaja sampai akhir nya beliau mendapat hadiah terindah, yaitu menjemput kesyahidan nya.bab-bab selanjutnya juga dikupas dengan bungkusan yang heroik, bagi yang baca, selama pemikiran yang sama,dan tentunya sama-sama untuk mencari kebaikan akan merasakan bagaimana para pejuang yang terpilih itu menjemput kesyahidan nya. Pada buku ini tokoh-tokoh yang dimunculkan dari IM (Ikhwanul Muslimin) seperti Imam Syahid Hasan AlBanna, Muhammad Faghali, Abdul Qadir 'Audah dan Sayyid Quthb dan HAMAS (Harakah Muqawamah Islamiyah) seperti Syekh Ahmad Yasin pemimpin HAMAS, Dr Abdul Aziz Rantissi seorang dokter yang hafal Alquran, setelah dibina Syekh Ahmad Yasin, dan kemudian diangkat sebagai Qiyadah HAMAS setelah Syekh Ahmad Yasin, dan para pejuang HAMAS lain nya seperti Yahya Ayyasy arsitek perang dan ahli dalam merakit bom yang berskala kecil atau pun besar (TNT), sampai-sampai beliau ini termasuk kedalam DPO priorotas pertama pada masa PM Yitzak Rabin, dan masih banyak tokoh-tokoh yang sungguh dapat menggugah nilai keislaman kita untuk melayang lebih tinggi dari sebelum nya.

Pada Bab Syekh Ahmad Yasin saya membaca mutiara nasihat dari beliau, sangat inspiratif dan menggugah, berikut isi dari nasehat tesebut,semoga bermanfaat

Allahu'alam Bishawab

Mutiara Nasehat Syekh Ahmad Yasin

Tibalah saatnya kalian bertobat kepada Allah,

Tibalah saatnya kalian meninggalkan segala teriakan kekesalan dalam hidup dan bersikap tegarlah

Tibalah saatnya kalian membangunkan dirikalian lalu melaksanakan sholat Shubuh berjamaah

Tibalah saatnya kalian belajar membagun kecerdesan, dan kreativitas melampaui orang lain

Tibalah saatnya kalihat memperlihatkan akhlakul karimah dan mengerjakan segala isi kandungan Al Quran dan mengikuti teladan Nabi

Kalian hendaknya memahami dan menghargai arti tanggung jawab

Hendaknya kalian sanggup menanggung beban hidup dengan menghindarkan diri dari sikap keluh-kesah

Hendaknya kalian kembali kepada Allah dan bertaubat agar Allah memberikan rezki yang banyak

Kalian juga hendaknya menghormati yang besar dan menyanyangi yang kecil

Wahai para cucuku

Jauhilah segala nyanyian yang terlihat atau terdengar, hindari segala nyanyian cinta picisan

Gantilah isi kalian dengan kata-kata kreativitas, berbuat, dan berdzikir kepada Allah

Janganlah kalian menyibukan diri mengidolakan penyanyi laiki-laki atau perempuan dan jangan pula berlomba-lomba mengejar syahwat

Tibalah saatnya, wahai cucu-cucu perempuanku,

agar kalian tetap berjilbab, jagalah diri kalian dengan berpegang pada agama dan Rasul kalian

ikutilah keteladanan Khadijahdan Aisyah, Jadikan ia sebagai mutiara kehidupan kalian

Kepada setiap orang yang mengenal dan mencintaiku,

Tibalah saatnya kalian bersiap-siap dengan ajal yang akan datang

Persiapakan segalanya dengan ilmu dan agama

Persiapkan diri kalian dengan inovasi dan hikmah

Sehingga kalian mengetahui jalan hidup ditengah kegelapan

Latihlah diri kalian hidup beberapa hari tanpa listrik dan alat elektronik

Latihlah diri kalian untuk hidup beberapa hari dalam suasana prihatin

Biasakan diri kalian untuk melindungi keselamatan diri dan merencanakan masa depan kalian

Berpegang teguhlah pada agama kalian, perhatikan hukum kasudalitas dan bertawakallah hanya kepada Allah

Senin, 21 Juni 2010

أبوعبد الله الأنصاري

Kisah Nyata 2...

ABDUL HADI AT-TUNISY

Beliau termasuk dari para lelaki yang taat… beliau adalah Abdul Hadi At Tunisy. Allah memberikan kekuatan badan kepadanya, akal yang cerdas, hati yang bersih. Selalu menampakkan senyum sepanjang hidupnya, dan beliau seorang pemberani yang tidak dapat digambarkan keberaniannya.
Beliau termasuk orang yang pertama-tama datang ke Afghanistan bersama teman-teman arab lainnya. Pada saat itu orang-orang arab sedang membuka leber-lebar bantuannya.
Beliau adalah seorang bisnismen dan saudagar di Tunis dan Eropa. Dan beliau lihai dalam hal ulah-kanuragan (beladiri). Beliau menguasai karate dan telah menyandang sabuk hitam yang menunjukkan kekekaran tubuh beliau.
Allah memuliakan beliau dengan masuk ke bumi jihad dan berserikat dengan para ikhwah mujahidin Afghan di dalam jihad. Dan Allah memuliakan beliau dengan mengikuti banyak amaliyat, hingga Allah berkehendak kepadanya menjadikan beliau tawanan perang – musuh -.
Orang-orang Rusia menangkap beliau dan menjebloskannya ke dalam Penjara pusat di Kabul. Penjara inilah yang menampung tawanan mujahidin arab ketika terjadi aliansi utara. Semoga Allah membebaskan mereka. Amien ….. amien …..
Sebenarnya beliau adalah orang arab yang tertawan paling dulu di Afghanistan. Beliau selalu di pukuli dan disiksa dengan siksaan yang berat hingga mereka lelah di dalam menyiksa. Hingga pada akhirnya mereka memaksa beliau ditayangkan di siaran Televisi Afghan dan – beliau dipaksa – berbicara di depan manusia bahwasanya beliau datang ke Afghanistan dalam rangka membantu Amerika untuk menguasai Afghanistan… dan … dan … dan … - dipaksa untuk – berbicara yang dapat menyakiti pendengaran mujahidin. Maka beliaupun menolak paksaan itu hingga beliau disiksa, bahkan mereka mengkoyak-koyak tubuh beliau. Akan tetapi beliau – tetap tegar - bagaikan Gunung yang kokoh, seperti kokohnya Gunung Torabora yang diguncang dengan Bom tapi ia tetap kokoh tidak terkoyak.
Disana ada seorang ikhwah arab yang ditawan, lalu mereka mengeluarkannya setelah dipaksa untuk tampil di tayangan Televisi untuk mengucapkan apa yang mereka kehendaki.
Kabar – tentang kekokohan Abdul Hadi – sampai ke telinga pegawai penjara hingga menjadi berita utama di penjara. Datanglah salah satu perwira Rusia yang disebut-sebut sebagai pembesar dan orang yang mulia dan ia berhenti di depan sel teman kita ini – Abdul Hadi -.
Perwira itu berkata: “Keluarkan orang arab ini kepadaku agar ia mendapat pelajaran yang tidak dapat ia lupakan, dan akan aku didik – siksa – dia“.
Benar … mereka mengeluarkan singa Abdul Hadi dan berhenti tepat di depan perwira itu. Perwira itu melihatnya dengan pandangan mengejek lalu memukulnya dengan pukulan yang kuat. Dia berkata: “Dimana Robmu yang engkau sembah? Suruh dia turun menolongmu!“ Mendengar ejekan itu berkobarlah amarah singa Abdul Hadi, beliau marah karana Allah ‘Azza wa Jalla, lalu beliau mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya yang telah pudar dan beliau bergerak dengan gesit mengarah perwira itu dan langsung memukulnya. Hingga beliau dan perwira itu sama-sama jatuh pinsan. Begitulah beliau dalam kondisi lapang dan sempit. Beliau marah karena Allah dan menolong Dien-Nya. Sampai Allah memudahkan urusannya dan mengeluarkan beliau dari tahanan setelah berlalu lima tahun ia jalani di dalam penjara Rusia komunis.
Ketika engkau saksikan tubuhnya maka perasaan ini akan menjadi semangat….. engkau saksikan tulang iga dadanya semuanya remuk bekas pukulan, kedua tangan dan kakinya patah.
Sungguh siksaan macam apakah yang telah beliau alami !!! dan derita apakah yang beliau rasakan !!!
Syekh Syyaf membawa beliau ke negeri eropa untuk berobat, hingga Allah memberikan kesembuhan beliau setelah berobat selama satu tahun penuh. Kemudian beliau kembali lagi ke Afghanistan, dan beliau mendengar ada amaliyat besar-besaran di Jalalabad. Lalu beliau menyiapkan diri dan masuk bersama mujahidin ke medan perang dan terbuktilah kepahlawanan dan pengorbanan beliau.
Beliau masuk ke dalam bersama dengan salah seorang ikhwah dari Saudi – saya lupa kunyahnya -, dan beliau menjadi fotografer majalah Bunyanul Marshus.
Orang-orang Afghan melakukan Wideroll – mundur -….. dan orang-orang Komunis dapat menduduki daerah tersebut dan mengepung kedua ikhwan kita ini, lalu keduanya dibunuh oleh orang komunis sebagai pahlawan. Hingga keduanya terbunuh – semoga Allah merahmati keduanya – dan diterima-Nya masuk ke dalam Jannah-Nya.
Allah telah mmberikan rahmatnya kepada Abdul Hadi At Tunisi dan menerima amalnya selama lima tahun mendekam di dalam penjara Rusia.
Allah telah melimpahkan rahmatnya kepada seorang arab yang paling dahulu di penjara di Afghanistan…..
Allah telah melimpahkan rahmatnya kepada semua syuhada’ dan menerima semua amalan mereka yang telah lalu …..

أبوعبد الله الأنصاري

Kisah-kisah Nyata...

حدثنا أبو عبد الله؛ قال: حدثنا محمد بن الصباح، قال: حدثنا جرير، عن الأعمش، عن أبي صالح، عن أبي هريرة، قال:
- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ذروني ما تركتم. فإنما هلك من كان قبلكم بسؤالهم واختلافهم على أنبيائهم. فإذا أمرتكم بشيء فخذوا منه ما استطعتم. وإذا نهيتكم عن شيء فانتهوا

ABU ABDULLAH AS SYARQY
( MUSY’IL AL QOHTHONY )

Beliau seorang yang hafal Al Qur’an Al Karim, dan beliau adalah salah satu mahasiswa di Kuliyah Sar’iyyah di Ahsa’ dan termasuk orang yang mempunyai ilmu syar’ie.
Akhlaqnya yang mulia sungguh menakjubkan, sifatnya mulia, ketenangan jiwanya yang mengherankan, dan kewibawaan yang Allah berikan kepadanya. Jikalau engkau melihatnya maka engkau akan melihat pancaran cahaya ketaatan keluar dari wajahnya. Beliau termasuk orang yang ikut serta teman-temannya berjihad di Afgahanistan memerangi Rusia dan Komunis. Beliau berjihad bersama kakaknya, dan kakaknya telah terbunuh disana sebagai syuhada’.
Setelah terbunuhnya sang kakak, beliau pulang kembali ke orang tuanya di kota Al Jabil di daerah timur dan beliau melanjutkan kuliah di Universitasnya sampai ibunya wafat – semoga Allah merahmatinya -.
Dahulu beliau sering merayu ibunya untuk diijinkan berangkat ke Bosnia, akan tetapi ibunya tidak mengijinkannya. Kemudian beliau meminang seorang perempuan dari keluarga baik-baik, beliau memberikan tenggang waktu untuk melaksanakan akan nikah, akan tetapi Allah menolak rencana itu dan menikahkan beliau dengan Hurun ‘Iin.
Ketika beliau berada pada semester akhir di Universitasnya, beliau sudah tidak sabar lagi ketinggalan jihad dan beliau mengikuti berita-berita para mujahidin disana. Lalu beliau mengemasi kopernya bertepatan masuknya bulan Romadhon yang mubarok pada tahun 1415 H. dan beliau ingin menghabiskan bulan yang mulia ini di sana – Bosnia -. Kemudian beliau bertemu dengan salah seorang teman yang menemani beliau ke Ibu Kota Kroasia yaitu Kota Zaghrob. Ketika beliau menginap di sebuah Hotel selama tiga hari, selama menginap disana ada kejadian yang luar biasa yang beliau alami, yaitu bertemu perempuan yang cantik.
Akhirnya beliau memutuskan tinggal di Hotel selama tiga hari bersama temannya. Ternyata disana ada seorang perempuan yang bekerja di Hotel itu. Perempuan tersebut mengagumi kepribadiannya, yaitu ketika ia melihat jenggot beliau yang lebat dan parasnya yang tampan, maka perempuan itu mulai merayu dan menggodanya. Akan tetapi Allah menjaganya dari perbuatan keji perempuan tersebut hingga berlalu selama tiga hari. Kemudian perempuan tersebut datang untuk memamerkan dirinya di ruang tunggu. Perempuan itu berkata kepada lelaki – saudara - tersebut : “ Jikalau aku menginginkanmu sungguh aku akan menggodamu seperti aku telah menggoda sepuluh lelaki lain sepertimu “. Akan tetapi lelaki tersebut pergi dan berlalu begitu saja meninggalkan perempuan itu. Dan melajulah ia dengan mengendarai pesawat terbang menuju Bandara Seblit. Sesampainya di Bandara beliau menyewa Bus untuk masuk ke Bosnia, maka Allah pun memudahkan jalan masuk baginya sampai bumi yang diidam-idamkannya selama ini untuk dimasuki, dan itu bertepatan dengan ketentuan yang Allah tetapkan pada ajalnya pula ( “ Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati “. QS. Luqman : 34). Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi beliau ketika masuk ke Bosnia, hampir-hampir beliau tidak dapat menceritakannya – karena sangat gembira –, apakah benar beliau telah masuk bumi jihad ? apakah benar bahwa beliau akan memerangi musuh-musuh Allah Serbia ? apakah benar beliau akan dapat ribath ? dan …. Dan ….., ya ! semua itu benar.
Beliau pergi ke daerah Turofnik dan bergabung dengan para mujahidin di sana. Tempat mujahidin berada di dalam sebuah rumah yang sederhana yang terletak di sebuah desa kecil, di desa itu terdapat beberapa Masjid dan desa tersebut berdekatan dengan Serbia.
Beliau memulai kegiatannya seperti halnya hujan, yaitu beliau mengajar anak-anak surat Al Fatihah dan sholat. Beliau juga mengajar yang dewasa. Demikianlah kegiatan beliau jika sedang berada di desa, hingga penduduk desa mencintai beliau. Bahasa tidak menghalangi beliau – untuk berdakwah – cukup dengan niat yang jujur mengajar mereka dengan bahasa isyarat. Dan jika beliau berada di Front maka beliau banyak bergaul dengan orang-orang Bosnia untuk berdakwah kepada Allah dan menyampaikan risalah-Nya kepada mereka sesuai kemampuan yang beliau miliki.
Beliau melakukan kegiatan seperti itu terus-menerus sampai akhir bulan Romadhon yang mubarok, hingga datanglah orang yang memanggil “ Wahai pasukan Allah majulah “. Hingga datang amaliah di Gunung Falasyij As Syahiroh, yaitu di puncak Gunung yang amat tinggi dan strategis yang dikuasai oleh Serbia. Dan berkali-kali mereka menyerang kaum muslimin dengan menggunakan Mortar dari atas puncak Gunung. Maka para mujahidin pun mengadakan persiapan untuk menghadapi peperangan yang sangat menentukan itu.
Para mujahidin menggunakan strategi memasuki daerah Serbia dengan mengambil jarak tiga kilo meter sebagaimana yang diceritakan oleh orang yang mengikuti peperangan pada saat itu. Dari sana mujahidin dapat memutuskan bantuan untuk tentara Serbia dan mujahidin dapat menyerbu pasukan gunung dengan keseluruhan..
Dua hari sebelum amaliah, Abu Abdullah bercerita pada salah seorang teman. Beliau berkata kepada temannya : “ Aku bermimpi bahwa aku dapat membunuh dua orang Serbia lalu meluncurlah dua peluru kepadaku di sini hingga aku terbunuh “. Maka temanya tersebut memberi kabar gembira kepadanya bahwa dia akan mendapatkan syahadah secara nyata. Dia mengucapkan Allahul Musta’an kami bukan orang yang layak mendapatkan syahadah. Dan dia menyuruhnya untuk merahasiakan mimpinya itu.
Singa-singa Allah bergerak menuju medan tempur dan merayap hingga tiba waktu fajar. Mereka mendaki Gunung hingga mendekati terbitnya fajar. Dan para mujahidin sama merasakan keletihan berjalan dan tidak dapat memulai perang. Maka komandan memerintahkan kepada semua mujahidin berbuka puasa, maka berbukalah para mujahidin karena takut atas musuh mereka jika mereka tidak berbuka.
Mulailah peperangan yang dahsyat dan hebat itu bersamaan terbitnya fajar, dan saudara kita ini pun bertekad bertempur untuk membunuh musuh di medan perang. Majulah ia bersama dua mujahidin, lalu keluarlah sekelompok tentara Serbia yang ketakutan dan mereka saling berhadap-hadapan. Maka Abu Abdullah menghadapkan senapan mesinnya – LMG – kepada mereka hingga beliau dapat membunuh dua orang dari mereka, dan meluncurlah dua serangan tepat di leher beliau dan terbuktilah mimpi beliau. Dan berjatuhanlah dua temannya yang terluka oleh serangan Serbia, dan para mujahidin lainnya berada di belakang mereka pada jarak beberapa meter saja, akan tetapi mereka tidak dapat menyelamatkan orang-orang yang terluka karena tempat mereka dekat dengan Serbia, maka Serbia pun hendak mengambil mereka untuk dijadikan tawanan, lalu salah seorang teman yang terluka berdo’a kepada Allah “ Ya Allah ….. Ya Allah ….. Ya Allah ….. beberapa detik kemudian turunlah kabut yang sangat tebal hingga para mujahidin bisa mendekat kepada teman-teman tersebut dan menyelamatkan mereka. Dan Serbia pun kabur lari terbirit-birit ketakutan.
Para mujahidin mendapatkan saudara kita Abu Abdullah As Syarqi telah meninggal dalam keadaan shoum tidak berbuka, dan tampaklah di wajahnya senyumnya yang menakjubkan, sungguh ini adalah tanda-tanda – kesyahidannya -. Kemudian ketika teman-temannya membawa turun jasad beliau ke Desa dan mereka menggalikan lubang kuburnya, maka keluarlah dari tubuhnya aroma wangi Misk yang disaksikan semua orang yang menghadiri pemakamannya.
Sungguh ! Allah telah mengsihi Abu Abdullah As Syarqi, seorang hafidz (hafal) Al Qur’an, orang yang bertaqwa, waro’ dan tawadhu’. Semoga Allah memperbanyak jumlah contoh dari para mujahidin yang sholih pada ummat Islam.